My Family…
Mom and Dad
Ngga cukup kata-kata saja yang bisa saya ungkapkan selain rasa terima kasih yang sangat mendalam dan hormat saya kepada mama n papa. Kalian benar-benar hebat dalam mendidik dan menjaga saya. Menjaga saat kecil saya, teenager, dan mengantarkan saya ke gerbang kemandirian.
Saya ingat mama suka marah kalo saya pulang malam waktu saya SMA dulu. Mama sangat protective banget terhadap saya. Katanya kalo menjaga anak perempuan satu sama dengan menjaga anak laki-laki sepuluh. Nah lho…. Mungkin saat sekolah (sampe SMA) adalah tahap yang sangat fragile bagi seorang remaja. Walau saat itu saya sempat berontak abis, tapi ternyata tindakan mama ada benarnya yach. Jiwa saya sudah terbentuk dengan baik, bahkan saat saya diberikan kebebasan waktu kuliah. Sungguh, saya sangat menikmati suasana kebebasan saat kuliah, karena saya diijinkan untuk keluar dari rumah, alias nge-kos. Memang kebetulan saat itu tempat kuliah saya -STAN/Prodip- agak jauh, yaitu di Jurangmangu. That’s why saya diijinkan untuk keluar rumah. Namun, biarpun saat itu saya diberikan kebebasan, tapi karena saya sudah dibekali oleh akar yang kuat untuk bisa mengerti mana yang baik dan mana yang kurang baik, saya bisa tegar menghadapi segala macam godaan. Yah.. walau saya (terus terang aja-maaf ya Ma..) juga ikut-ikutan menikmati hal-hal yang sangat dilarang sama mama waktu itu (i.e. ngerokok, nge-bir, nge-gele .. oopss…), tapi ya itu cuman saya lakukan untuk coba-coba aja, dan .. saya ngga suka tuh dengan hal-hal itu. Terus terang, saya bener-bener ngga tau kenapa orang suka dengan hal-hal seperti itu. Dan Ma, saya coba cuman sekali aja, abis itu saya ngga ngelakuin lagi karena saya emang ngga tau dimana enaknya .. hehe..
Mama dan papa bener. Semua itu demi saya, hanya untuk kebaikan saya. Ngga untuk yang lainnya. Nah, dengan semua hal yang mama n papa berikan itu, saya bisa bertahan sampai sekarang.
Makasih sudah mendidik saya menjadi jiwa yang mandiri. Makasih untuk mendidik saya menjalani hidup dengan berbagai pilihan yang sulit, sehingga saya bisa mengerti dan mencerna dengan nalar saya -mana yang baik dan mana yang buruk. Makasih juga sudah menjaga saya di masa-masa fragile saya dan memberikan kebebasan kepada saya disaat saya memang sudah cukup mapan untuk mereguk kebebasan tersebut.
Tuh kan Ma.. Pa.. banyak banget kata terima kasih yang saya berikan kepada kalian.. Ngga cukup dech satu blog ini untuk ngungkapin rasa terima kasih saya kepada kalian. Dan khusus untuk papa, makasih ya papa dulu pernah berkata kepada saya :’papa engga bisa mewarisi harta yang banyak kepada kaka (sebutan untuk saya), tapi papa hanya bisa mewariskan ilmu, harapan, dan doa kepada kaka’. Dan itu semua menjadikan saya memiliki cita-cita dan berkeinginan keras untuk mendapatkan cita-cita saya.
Tanpa kalian, saya ngga akan bisa seperti sekarang ini. Maaf jika saya terlalu naif dan egois di hari lalu. Semoga pintu maaf itu selalu terbuka untuk saya, Ma.. Pa..
My husband and My angels
Mereka adalah inspirasi terbesar saya.
Mereka adalah cita-cita terbesar saya.
Hidup dan menjalani kehidupan dengan lebih bermakna, merupakan impian terbesar saya .. bersama mereka. Kepada mereka pula lah saya mendedikasikan semua cita-cita saya. Mereka adalah muara perjalanan saya.
Saya sangat kagum dengan kegigihan dan ketegaran mereka. Mengikhlaskan ketiadaan saya selama lima musim. Betapa berat perjuangan si kecil Aji dan si kaka Bila… harus berjuang melawan beratnya dunia ini tanpa kehadiran saya sebagai Bunda mereka. Betapa berat perjuangan mas tedy sebagai single parent ditengah kesibukannya mengabdi pada rakyat Aceh dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh. Entah berapa banyak butiran air mata yang harus keluar dari mata my angels.. menyaksikan keabsenan Bunda mereka di tengah-tengah rumah mungil kami di Kemanggisan. Entah berapa malam kegelisahan pangeran saya menanti kehadiran puteri nya di tengah-tengah hamparan peraduan kami.
Mereka adalah my inspiration. Karena mereka pula lah saya begitu semangat untuk menuntut ilmu disini, meng-expand network dan kebisaan saya.. Sehingga kelak saya kembali ke pangkuan mereka, dan saya akan berkata bahwa "pengorbanan kalian tidak sia-sia..".
March 22nd, 2006 at 10:21 am
hik hik..