Tips untuk mengusir kesepian di negeri orang
Semua orang yang berada jauh dari keluarga, teman-teman, pacar, suami,
isteri, tentunya pernah merasakan situasi dimana ia merasa sepi dan empty -walaupun banyak orang disekelilingnya. Ngga terkecuali saya, yang sedang menata hidup dan kehidupan saya di negeri Prince William ini. Suasana sepi, empty, lonely, kerap menghinggapi saat sendiri saya. Ngga jarang buliran air mata menetes kala mengingat anak-anak dan keluarga saya yang terpaksa harus saya tinggalkan, betapa berharganya arti pertemanan dengan Ari, Andini, Syadam, Eko, dan Adit selama kami menjalani rutinitas di departemen keuangan, dan betapa berharganya arti seorang tukang bakso, tukang somay, tukang pempek, dan tukang ayam bakar langganan saya.
Saat saya merasakan kegundahan seperti itu, kerap pula saya menjerit dan melarikan angan saya sekencang-kencangnya ke dunia maya yang bernama indonesia. Namun, semuanya ngga bisa membuat saya menghilangkan rasa sepi dan empty tersebut.
Untuk mengurangi kegundahan saya, ngga ada gunanya cuman nangis dan teriak-teriak. Ngga produktif dan cuman nyakitin diri sendiri. So, saya mencoba menganulir kebodohan itu dengan melakukan hal-hal berikut :
- rajin meng-update blog. Ini bisa dijadikan sarana untuk menumpahkan segala macam keluh kesah yang saya rasakan. Blog merupakan sebuah diary untuk saya, dimana saya bisa mengekspresikan seluruh keinginan saya. Dengan rajin meng-update blog, saya sedikit terhibur, paling engga, saya punya kegiatan produktif, yaitu dengan menulis. Ya, siapa tahu dari blog ini bisa dijadikan ‘memoirs’ di kemudian hari ..
- rajin mengeksplore. Kebetulan saya hobi banget travelling sendiri yang menguji ketahanan saya dalam mengeksplorasi segala sesuatu. Dari dulu sampe sekarang, saya suka banget travelling by myself. Selain bisa mengoptimalkan kemampuan saya dalam survival, saya juga bisa semakin confidence dalam menghadapi masalah. Walau ngga jarang sich kesendirian dalam ber-travelling malah membikin semakin mellow aja, tapi ngga jarang pula justru itu menjadi obat untuk mengatasi kesepian. Travelling disini ngga melulu harus keluar kota gitu, bisa juga di sekeliling kita. Seperti tadi pagi, saya mengeksplore kampus saya -Birmingham University- ditengah keheningan. Saya baru sadar betapa ‘jam gadang’ yang berdiri dengan megah di kampus saya ternyata menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Ditambah dengan mulai bermekaran daffodils yang semakin menambah semarak suasana kampus saya pagi itu. Saya terus mengeksplore sampai pada satu titik saya mendapatkan angle keindahan kampus saya. Melihat semuanya itu, sejenak saya merasa bangga dan bahagia bahwa saya saat ini menjadi bagian dari sebuah bangunan megah dan indah ini… dan kelak kenangan ini akan saya bawa sepulangnya saya dari sini..
- nonton telly. Ini terbukti cukup ampuh untuk mengusir sepi saya. Kalo saya lagi sedih dan sendiri, saya kerap nonngkrong di depan telly, gonta ganti channel dan langsung pencet paramount comedy1 (nomer 130 buat pelanggan telewest). Banyak banget komedi yang lucu-lucu yang bikin saya ketawa dan rileks. Sitkom ‘Stacked’ yang dibintangi Pamela Anderson itu super duper kocaknya. Dengan penampilan ‘huge boops’ nya itu, Pam udah berhasil memancing saya untuk ketawa dan ngga mellow. Trus, kalo dah bosen dengan komedi, saya pindah ke channel yang lebih serius, biasanya di Hallmark (nomer 190) disajikan film-film yang lumayan asik-asik. ‘Bravo’ juga kadang-kadang menyuguhkan film yang seru pula, walo kalo dah tengah malam berubah menjadi adult channel gitu… hehehe. Intinya, nonton telly bisa membuat urat syaraf yang tegang bisa kendur lagi… (maaf, tips ini berlaku buat yang punya telly.. hehehehe)
- Exercise. Ini cukup ampuh untuk mengurangi stress dan tentunya membuat badan jadi fit. Kebetulan saya suka berenang, dan biasanya saya berenang di Aston Uni. Kolam renangnya lumayan bagus, bersih, dan tentunya hangat… Ini membuat saya semakin betah untuk melakukan exercise. Thanks banget buat Donke yang udah mengenalkan saya dengan kolam renang di Aston Uni ini..
kangen sama kamu…. - Mengingat tuhan. Tentunya ini menjadi aji pamungkas saya dikala sepi dan merana. Ngga ada tempat kembali selain kembali ke hadapan Tuhan.. Dengan kembali mengingat Dia dikala saya sedih dan gulana, seketika hati saya tenteram dan damai. Kembali berada dalam pangkuan Nya membuat saya merasa saya adalah orang yang paling beruntung di muka bumi ini. Diberikan anugerah sedikit kepintaran sehingga bisa mendapatkan scholarship, diberikan anugerah wajah yang cukup enak dipandang mata sehingga membuat saya confidence enough untuk bersocialise, diberikan anugerah anak-anak yang begitu lucu dan pinter, diberikan keluarga yang penuh supportive, diberikan anugerah bos-bos yang begitu baik dan pengertian, juga diberikan teman-teman yang selalu sayang dan care sama saya. Semuanya itu bangkit setelah saya kembali mengingat Nya. Mengingat semua nikmat yang telah saya peroleh dan ngga boleh saya sia-sia kan.
Mungkin itu sedikit tips saya untuk mengurangi rasa sepi, empty, dan gundah saya selama berada di UK. Dan yang terpenting, enjoy your life.. don’t make it complicated, coz the nature of life is already complicated.
Lagipula, September 2006 tinggal 5 bulan lagi…