One Day in Your Life
Pernah ngga one day in your life kepikiran untuk menjadi sesuatu atau seseorang yang sangat berbeda dengan diri kita yang sebenernya?
To be honest, gue pernah kepikiran tentang hal ini. Waktu itu gue merasakan boring yang luar biasa dengan kehidupan gue, dan I made a wish ‘one day I want to be somebody new in a new place and different kind of people around me’.
Rupanya, waktu gue make a wish itu, ada bintang jatuh yang menyebabkan my wish is coming true now.
Gue saat ini memang menjadi seseorang yang ‘baru’ di tempat yang ‘baru’ dan bertemu dengan orang-orang yang ‘baru’ pula. Gue juga melakukan hal-hal yang ‘baru’ yang ngga pernah gue lakukan di tempat ‘lama ‘ gue. Gue juga memiliki pemikiran yang ‘baru’ ditengah absurdnya mindset gue yg sudah terpola menjadi birokrat. Dan gue juga mendapatkan kekecewaan ‘baru’ yang ngga pernah terdeteksi sebelumnya.
Memang, mensyukuri dan memahami hakikat diri adalah sesuatu yang sangat sulit. Kadang kita bisa aja memberi nasihat kepada sahabat, kepada pacar, kepada adik, kakak.. tapi memaknai diri kita sendiri itu sebenernya sangat sulit. Seperti dalam kasus gue ini. Gue kepingin menjadi ‘orang lain’ bagi diri gue sendiri. Untuk sebagian orang, mungkin hal seperti ini aneh atau bahkan ngga pernah terlintas dalam pikiran. Seberapa keras gue mencoba untuk mensyukuri hakikat diri gue, ujung-ujungnya gue selalu menemukan kekecewaan yang bermuara pada keinginan untuk menjadi somebody else tersebut.
Gue ngga tau apakah dari teori psikologi ada nama untuk penyakit yang sedang gue derita ini (Ozy, please help me). Apakah gue mengalami krisis identitas? Ataukah memang sebenernya gue ngga punya identitas? Gue hanya menjalani hidup dan kehidupan gue seperti layaknya air mengalir. Dari kecil, SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja, Kawin.. kehidupan yang ‘biasa’. Walau disela2 proses kehidupan itu banyak sekali riak-riak kecil yang kadang menggoyahkan ‘kayak’ gue ditengah arus air yang cukup tenang. Apakah memang hidup seperti ini yang gue cari?
Entah lah, namanya juga lamunan ‘one day in your life’. Sah-sah aja kalo kita kepingin melakukan sesuatu yang sesuai dengan lamunan kita. Gue menganggapnya sebagai bahan introspeksi diri dan ajang ‘tepo seliro’ dengan diri gue dan lingkungan gue. Walau terkadang, gue jadi bingung kemana harus melangkah saat gue melewati ’spaghetti junction’ seperti yang ada di motorway Birmingham ini. Mudah-mudahan gue bisa melangkahkan kaki ke junction yang tepat, yang membawa gue ke pemberhentian terakhir tujuan gue.
One day in your life.. There will be no ‘you’ in ‘you’.
Keep the spirit, guys….